Pejabat Kades Wokam: Menjaga Fisik dan Mental Menjadi Kunci Utama Mengikuti Seleksi Prajurit TNI
Ms. K
3/16/2026


Jar Garia, Mafiaterkini- Pejabat Kepala Desa Wokam Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Ibu C Manutilaan, S.IP, menegaskan bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental adalah kunci utama dalam mengikuti seleksi parjurit TNI. Penegasan ini disampaikan dalam sambutannya pada persidangan ke- 17 jemaat GPM Lamerang, di dusun Lamerang Kecamatan Pulau-Pulaua Aru Kabupaten Kepulauan Aru, minggu 15/03/26.
Dikatakan, saat kunjungan pangdam XV Patimura di Desa wokam, sempat terjadi percakapan serius tentang bagaimana adanya perhatian khusus bagi anak-ana dari desa wokam, dusun Lamerang dan dusun Kota lama dalam mengikuti seleksi prajurit TNI.
Menurut Ibu Pj. Kades Wokam, bahwa dalam percakapan, Bapak Pangdam mengaku akan memperhatikan anak-anak yang akan mengikuti seleksi asalkan kesiapan kesehatan, fisik dan mental harus mantap.
“Untuk tes TNI, Pertama yang perlu diperhatikan adalah menghindari merokok dan minuman keras. Kenapa? Karena ini akan merusak kesehatan organ dalam tubuh dan fisik saat menjalani tes yang sangat ketat. Pak Panglima menekankan bahwa beliau menginginkan anak-anak asli daerah ini bisa mengisi kuota yang ada, namun harus memenuhi standar kesehatan, fisik dan mental yang mantap”. Jelas Manutilaa.
Oleh karena itu, lanjutnya, bagi anak yang berminat masuk seleksi TNI, saya minta tolong supaya anak-anaknya dijaga. Jangan biarkan mereka berkeliaran sampai larut malam atau terlibat dalam kegiatan yang merugikan kesehatan mereka sendiri. Selaku Pemerintah Desa, kami akan terus berupaya membangun komunikasi, agar putra-putra terbaik dari desa Wokam, dusun Lamerang, dan dusun Kota Lama mendapat prioritas, tetapi persiapan diri anak-anak itu sendiri adalah kunci utama”. Tandasnya.
Dikatakan, Gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun karakter, memperkuat nilai-nilai moral, serta menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Oleh karena itu dalam persidangan jemaat ini, diharapkan peserta persidangan dapat mengangkat program kegiatan terkait edukasi dan sosialisasi kesehatan dan mental spiritualitas bagi anak-anak menghadapi persiapan seleksi parjurit TNI.
Mengakhiri sambutannya, pejabat Kepala Desa Wokam menegaskan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak dalam mempersiapkan masa depan dengan menghindari pergaulan bebas, penggunaan obat-obat terlarang, tetapi juga menghindari nonton konten-konten porno, karena menjadi prajurit TNI bukan sekedar kekuatan fisik.
“Menjadi prajurit TNI bukan sekedar kekuatan fisik, tetapi tentang mental dan disiplin. Jika anak-anak tidak bisa mendisiplinkan diri sendiri untuk berhenti merokok, minum minuman keras, tidak menghindari pergaulan bebas dan lain-lain, akan sulit untuk mengikuti disiplin militer yang jauh lebih keras”. Tandasnya. (Maf-MS)

